01715 2200241 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001000122084001600132100003000148245012300178250002000301260003000321300002600351650003300377700002500410700002700435700002300462520098800485INLIS00000000000006720230213112447 a0010-0223000067ta230213 0  a978-602-14913-0-0 a297.7 a297.7 MIS i0 aMi, Shoujiang (pengarang)1 aIslam in China :bmengenal Islam di negeri leluhur /cMi Shoujiang, You Jia ; penerjemah, Kurnia NK ; editor, MN. Ibad aCetakan I, 2017 aYogyakarta :bLKiS,c2017 a154 :bilus. ;c21 cm 4aIslam - China - Perkembangan0 aYou, Jia (pengarang)0 aKurnia NK (penerjemah)0 aIbad, MN. (editor) aPemahaman sejarah yang umumnya kita terima hingga saat ini menyebutkan bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui para pedagang dari Gujarat, India. Akan tetapi, belakangan pemahaman ini mendapat bantahan dari beberapa peneliti dan sejarawan di tanah air. Bantahan ini salah satunya didasarkan pada perbedaan yang mencolok mengenai praktik Islam di Nusantara dengan Islam di Gujarat. Terdapat pemahaman bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui orang-orang Tiongkok pada abad ke-15 dan 16, yang dipimpin oleh seorang muslim dari suku Hui yang kemudian dikenal dengan Laksamana Ceng Ho. Selain pemahaman tersebut, masih banyak lagi argumen-argumen lain dalam buku ini yang menguatkan bahwa China memiliki andil besar dalam perkembangan Islam di Nusantara dan bahkan dianggap sebagai leluhur Islam Nusantara. Penulis dalam buku ini mencoba untuk mengajak pembaca untuk menapaktilasi Islam di negeri China, perkembangannya, serta persinggungannya dengan kondisi sosial dan budaya sekarang ini.